AS Jatuhkan Sanksi terhadap Putra Presiden Suriah yang Masih Berusia 18 Tahun

Anton Suhartono
Hafez Al Assad, putra presiden Suriah Bashar Al Assad, dijatuhi sanksi AS (Foto: AFP)

"Telah menjadi tren yang menonjol di kalangan aktor rezim Suriah untuk menggunakan anggota keluarga mereka, apakah saudara atau anak-anak, untuk melanjutkan bisnis di tempat lain setelah mendapat sanksi," kata Joel Rayburn, pejabat Deplu AS yang menangani Suriah.

Rayburn menyebut Assad dan anggota keluarga berupaya memulihkan perekonomian mereka saat Suriah bangkit.

"Bagi kami, tujuan dari sanksi ini untuk mencegah rezim Assad mengonsolidasikan kontrol ekonomi semacam itu yang kemudian digunakan untuk melanggengkan perang dan mesin pembunuh terhadap rakyat Suriah," tutur Rayburn.

Hafez merupakan anak tertua dari tiga bersaudara. Dia sempat menjadi pembicaraan media karena kemampuannya akademis dalam bidang matematika. Dia ambil bagian dalam kompetisi matematika internasional di Rumania dan Brasil.

Selain Hafez, AS juga menjatuhkan sanksi terhadap pengusaha Suriah Wassim Anwar Al Qattan, sosok yang terlibat dalam proyek konstruksi besar di Damaskus.

Menurut Departemen Keuangan, otoritas Suriah memberinya kontrak untuk mengembangkan pusat perbelanjaan kelas atas di Damaskus karena setuju membayar 2,7 juta dolaar AS per tahun.

Sanksi juga dijatuhkan terhadap Mayor Jenderal Zuhair Tawfik Al Assad, anggota keluarga Assad lainnya, serta anaknya.
Perwira militer itu memimpin Divisi Pertama tentara Suriah yang dituduh melakukan pembunuhan massal dan penangkapan di dekat Damaskus.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
18 jam lalu

Pesawat Air France Rute Paris-Detroit Dilarang Masuk AS, Ada Apa?

Internasional
23 jam lalu

Gugus Tempur Kapal Induk AS USS Nimitz Tiba di Karibia, Siap Serang Kuba?

Internasional
24 jam lalu

Terungkap! Trump Tunda Serang Iran karena Pelaksanaan Haji

Internasional
1 hari lalu

Iran Siapkan Senjata Baru Perang Lawan AS-Israel: Belum Pernah Digunakan Sebelumnya

Internasional
2 hari lalu

AS Tuduh WHO Telat Deteksi Ebola di Kongo, Renggut 100 Nyawa Lebih

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal