LONDON, iNews.id - Amerika Serikat (AS) kemungkinan akan melanjutkan serangan terhadap Iran setelah musim haji berakhir. Penundaan operasi militer yang sebelumnya diumumkan Presiden Donald Trump ternyata berkaitan erat dengan pelaksanaan ibadah haji di Arab Saudi.
Tiga sumber pejabat dari negara-negara Teluk mengungkap, perang diperkirakan akan kembali berlanjut dalam beberapa pekan mendatang setelah musim haji selesai. Mereka menilai situasi saat ini hanya penundaan sementara demi menghindari kekacauan besar di kawasan Timur Tengah.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menunda serangan terbaru terhadap Iran yang sedianya dilakukan pada Selasa (19/5/2026). Keputusan itu diambil setelah adanya permintaan langsung dari para pemimpin negara Teluk.
Dua pejabat senior negara Teluk mengatakan kepada Middle East Eye, Trump diperingatkan bahwa menyerang Iran selama musim haji bisa memicu krisis besar di kawasan. Serangan tersebut dikhawatirkan menyebabkan ratusan ribu hingga jutaan jemaah haji telantar di Arab Saudi.
Selain itu, tindakan militer AS pada masa haji dinilai akan semakin merusak reputasi Washington di mata dunia Muslim.