AS Prihatin Militer Myanmar Terapkan Jam Malam dan Larang Perkumpulan Lebih dari 5 Orang

Djairan
Ned Price (Foto: Reuters)

WASHINGTON, iNews.id - Amerika Serikat (AS) prihatin dengan kebijakan pemerintahan Myanmar pascakudeta yang menerapkan jam malam serta membatasi pertemuan publik tak lebih dari lima orang, setelah demonstrasi besar-besaran menentang penggulingan Aung San Suu Kyi.

Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price menegaskan pemerintahannya mendukung rakyat Myanmar dalam menuntut hak mereka.

“Kami mendukung rakyat Myanmar, mendukung hak mereka untuk berkumpul secara damai, termasuk melakukan unjuk rasa secara damai sebagai dukungan terhadap pemerintahan yang dipilih secara demokratis,” kata Price, dikutip dari Reuters Selasa (9/2/2021).

Seperti diketahui, pemerintahan militer Myanmar di bawah kepemimpinan Jenderal Min Aung Hlaing memberlakukan jam malam dan melarang pertemuan lebih dari lima orang di dua kota besar, Yangon dan Mandalay. Tindakan ini untuk membendung unjuk rasa melibatkan puluhan ribu orang menuntut pembebasan Aung San Suu Kyi.

Kerumunan lebih dari lima orang dilarang di tujuh daerah Yangon dan Mandalay dan diperkirakan akan meluas ke kota lain. Warga dilarang meninggalkan rumah mereka antara pukul 20.00 hingga 04.00 waktu setempat. Perintah itu dikeluarkan pada Senin malam dan berlaku sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Gejolak politik di Myanmar menjadi krisis internasional pertama yang dihadapi Presiden AS Joe Biden. Dia sebelumnya berjanji memprioritaskan penegakan hak asasi manusia (HAM) dalam kebijakan luar negeri dan akan bekerja sama dengan sekutu menghadapi krisis ini.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Nasional
17 jam lalu

Menkum Tegaskan KUHP dan KUHAP Baru Tak Batasi Kebebasan Berpendapat, termasuk Demonstrasi

Internasional
3 hari lalu

Partai Pro-Militer Unggul dalam Pemilu Myanmar Tahap Pertama, Partisipasi Pemilih Rendah

Internasional
5 hari lalu

Iran Diguncang Demonstrasi Besar-besaran, Toko dan Tempat Usaha Tutup

Internasional
9 hari lalu

Junta Militer Myanmar Gelar Pemilu Kontroversial, Perang Saudara Masih Berkecamuk

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal