AS Serang Venezuela, Rusia Sindir Ambisi Trump Raih Nobel Perdamaian

Anton Suhartono
Dmitry Medvedev menyindir klaim perdamaian yang selalu digaungkan Presiden Donald Trump maupun AS (Foto: AP)

MOSKOW, iNews.id - Rusia melontarkan sindiran keras terhadap serangan Amerika Serikat (AS) ke Venezuela dengan menyinggung ambisi Presiden Donald Trump meraih Hadiah Nobel Perdamaian. Moskow menilai operasi militer tersebut justru bertolak belakang dengan narasi perdamaian yang kerap diklaim Washington.

Wakil Ketua Dewan Keamanan Nasional Rusia yang juga mantan Presiden Dmitry Medvedev menyindir klaim perdamaian yang selalu digaungkan Presiden Donald Trump maupun AS. Dia menyebut agresi militer AS sebagai contoh “luar biasa” dari upaya negara itu menciptakan perdamaian.

“Jaminan cinta dari Amerika Latin, lagipula doktrin Monroe sangat populer di sana. Singkatnya, langkah cemerlang lain menuju Hadiah Nobel (Perdamaian),” kata Medvedev, menyindir ambisi Trump meraih Nobel Perdamaian.

Dia juga mengungkapkan, serangan AS ke Venezuela disertai penangkapan Presiden Nicolas Maduro sama sekali tidak berkaitan dengan operasi pemberantasan narkoba. Menurut dia, motif utama Washington adalah menguasai minyak Venezuela yang memiliki cadangan sangat besar.

“Tim (Presiden AS Donald) Trump keras dan sinis dalam memajukan kepentingan negaranya. Penggulingan Maduro tidak ada hubungannya dengan narkoba, hanya minyak, dan mereka secara terbuka mengakui ini,” ujar Medvedev, dalam pernyataan di media sosial X.

Medvedev juga meragukan kemampuan Trump untuk mengendalikan pemerintahan Venezuela dari jarak jauh dalam situasi yang penuh gejolak akibat intervensi militer tersebut.

Selain itu, Medvedev mengkritik sikap diam negara-negara Eropa yang dinilainya memilih bungkam atas serangan AS ke Venezuela.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kapal-Kapal Tanker Iran Kini Bebas Wara-wiri Tanpa Diserbu Kapal Perang AS

57 tahun lalu

MUI: Kesepakatan Damai AS-Iran Bisa Jadi Jalan Hentikan Kejahatan Israel di Palestina

57 tahun lalu

DPR Dorong Pemerintah Evaluasi Harga BBM Nonsubsidi usai Minyak Dunia Anjlok

57 tahun lalu

Loyo, Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp17.725 per Dolar AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal