Australia dan AS Kerja Sama Bikin Kapal Selam Nuklir, Prancis: Kami Ditusuk dari Belakang

Anton Suhartono
Jean Yves Le Drian menyebut Australia menikam Prancis dari belakang terkait kerja sama kapal selam nuklir dengan Amerika Serikat (Foto: Reuters)

PARIS, iNews.id - Kerja sama pembuatan kapal selam bertenaga nuklir antara Amerika Serikat, Inggris, dan Australia membuat berang Prancis. Menteri Luar Negeri Prancis Jean Yves Le Drian bahkan menyebut Australia menikam dari belakang.

Ketiga negara pada Rabu lalu menyepakati kemitraan keamanan Indo-Pasifik di mana AS dan Inggris akan membagi teknologi kepada Australia untuk membuat kapal selam bertenaga nuklir.

Kemarahan ini merupakan puncak setelah Australia menolak kesepakatan pengadaan kapal selam nuklir dengan Prancis sebelumnya.

"Ini benar-benar menusuk dari belakang. Kami telah membangun hubungan kepercayaan dengan Australia, kepercayaan ini telah dikhianati," kata Le Drian, kepada radio France Info, seperti dilaporkan kembali AFP, Jumat (17/9/2021).

"Saya sangat marah dan pahit hari ini. Ini bukan perlakuan yang pantas antara sesama sekutu," katanya, seraya melanjutkan Australia harus memberikan penjelasan soal keputusannya menghentikan kontrak.

Bukan cuma terhadap Australia, Le Drian juga menumpahkan kemarahan kepada Presiden AS Joe Biden. Perilaku Biden, kata dia, mengingatkannya kepada Donald Trump, yakni membuat Eropa kesal karena kerap memnbuat keputusan tidak terduga.

"Keputusan sepihak, tiba-tiba, dan tak terduga ini sangat mengingatkan apa yang dilakukan Trump," ujarnya.

Sebelumnya Gedung Putih menjelaskan, para pejabat AS telah mengadakan pembicaraan tingkat tinggi dengan Prancis sebelum mengumumkan kontrak baru dengan Australia. Namun juru bicara Kedutaan Besar Prancis di Washington DC mengaku tidak ada konsultasi apa pun soal kesepakatan itu.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Nasional
3 jam lalu

Prabowo Peringatkan Ancaman Perang Nuklir: Kita juga Pasti Kena!

Internasional
4 hari lalu

Trump Desak Iran Sepakati Perjanjian Nuklir atau Hadapi Serangan Lebih Dahsyat

Internasional
5 hari lalu

Jam Kiamat Berdetak Lagi, 85 Detik Menuju "Tengah Malam"

Internasional
5 hari lalu

Australia Tolak Masuk Influencer Israel Penghina Islam

Nasional
5 hari lalu

Kejagung Pastikan Jurist Tan Masih Berstatus WNI, Aset Terus Ditelusuri

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal