Austria Tutup 2 Masjid karena Dianggap Bikin Jamaah Radikal

Ahmad Islamy Jamil
Polisi Austria saat menangani insiden penembakan di Kota Wina, Senin (2/11/2020) lalu. (Foto: AFP)

WINA, iNews.id – Pemerintah Austria pada Jumat (6/11/2020) memerintahkan penutupan dua masjid di Ibu Kota Wina. Dua masjid itu disebut-sebut sering dikunjungi oleh pria bersenjata yang menembak mati empat orang di pusat kota tersebut, awal pekan ini.

Insiden penembakan pada Senin (2/11/2020) lalu adalah serangan besar pertama di Austria dalam beberapa dekade terakhir. Serangan itu juga menjadi yang pertama dilakukan oleh seorang ekstremis—yang diketahui bernama Kujtim Fejzulai, berusia 20 tahun, yang tewas dibunuh polisi.

Menteri Integrasi Austria, Susanne Raab mengatakan, kantor urusan agama pemerintah telah diberitahu oleh Kementerian Dalam Negeri bahwa Fejzulai pernah dipenjara. Sejak dibebaskan dari bui, dia sering kali mengunjungi dua masjid di Wina.

Kedua masjid itu berada di pinggiran barat kota. Salah satunya bernama Masjid Melit Ibrahim yang beralamat di Distrik Ottakring. Sementara yang lainnya adalah Masjid Tewhid di Daerah Meidling.

Raab menuding dua masjid itu telah membangkitkan radikalisme. “(Badan intelijen Austria, BVT,) memberi tahu kami bahwa kunjungan ke masjid-masjid ini meningkatkan radikalisasi si penyerang,” kata Raab, dikutip AFP.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Ibu Hamil Tewas Tertembak di Papua Tengah, DPR: Usut Tuntas!

57 tahun lalu

Pangkogabwilhan III Kutuk Keras Penembakan Pilot hingga Tewas di Papua Pegunungan

57 tahun lalu

Ngeri! Baku Tembak 2 Kelompok Pemuda di Mal, 2 Orang Tewas

57 tahun lalu

Penembakan di Fasilitas Remaja, 6 Orang Tewas

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal