WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeklaim Iran menyetujui pembukaan Selat Hormuz secara penuh sebagai bagian dari kerangka kesepakatan damai. Klaim itu disampaikan bersamaan dengan pengumumannya membatalkan rencana serangan besar-besaran terhadap Iran.
Trump menyebut keputusan membatalkan serangan diambil setelah ada kemajuan dalam perundingan. Menurut dia, Iran bersama sejumlah negara di Timur Tengah meminta AS menahan operasi militer karena batas-batas kesepakatan telah mulai disepakati.
Dalam pernyataannya pada Minggu WIB, Trump mengatakan proposal yang tengah dibahas mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz secara langsung dan menyeluruh, sekaligus kesepakatan untuk mengakhiri ancaman nuklir Iran.
Trump menjelaskan, garis besar kesepakatan yang kemungkinan akan disetujui Iran mencakup pembukaan Selat Hormuz secara penuh serta perjanjian mengenai program nuklir Teheran.
"Kami baru saja diminta oleh Iran, dan negara-negara Timur Tengah lain, untuk menahan diri dari serangan apa pun karena batasan kesepakatan telah disepakati. Ini akan mencakup pembukaan Selat Hormuz dengan segera, utuh, dan total, serta mengakhiri ancaman nuklir Iran," tulis Trump, di akun Truth Social.