Batu Tembok Ratapan Runtuh, Pemerintah Yerusalem Tutup Lokasi

Nathania Riris Michico
Paus Fransiskus berdoa di Tembok Ratapan, Yerusalem. Beberapa batu di lokasi suci itu mulai terkikis dan membahayakan peziarah di bawahnya. (Foto: AFP)

YERUSALEM, iNews.id - Pemerintah Yerusalem membatasi akses ke salah satu lokasi tersuci Yahudi, Tembok Ratapan. Hal ini dilakukan setelah blok batu besar Tembok Ratapan jatuh dan nyaris membunuh seorang peziarah, Senin (23/7/2018).

"Batu itu seberat 100 kilogram, jatuh dekat seorang perempuan yang sedang berdoa, namun tidak menimpanya," kata Wali Kota Yerusalem, Nir Barkat, dalam sebuah pernyataan, seperti dilaporkan AFP, Selasa (24/7/2018).

Barkat mengatakan, fakta bahwa tidak ada yang terluka dalam insiden itu adalah keajaiban besar. Setelah peristiwa itu, dia mengunjungi lokasi dengan insinyur dan pejabat keamanan Kota Yerusalem.

Bongkahan batu yang jatuh dari dinding Tembok Ratapan. (Foto: Flash90) 

Mereka menyatakan tempat itu berbahaya dan menutupnya untuk publik sambil menunggu pemeriksaan lebih lanjut.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
17 hari lalu

Pemukim Yahudi Serang Gereja di Yerusalem, Pemuka Agama Kristen Protes Keras

29 hari lalu

Menlu 8 Negara Kecam Menteri Israel dan Ribuan Pemukim Yahudi Geruduk Masjid Al Aqsa

1 bulan lalu

Israel Tangkap Mufti Agung Yerusalem Sheikh Hussein, Larang Masuk Masjid Al Aqsa

2 bulan lalu

Menteri Turki Sebut Yerusalem Akan Direbut Umat Islam, Israel Murka

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal