Menurut para ahli iklim, gelombang panas akan menjadi lebih sering terjadi sebagai akibat dari pemanasan global.
"Dengan perubahan iklim lebih lanjut, ada kemungkinan 50 persen kita mengalami musim panas yang amat panas di masa depan. Ini sama saja dengan mengatakan bahwa musim panas normal di masa depan akan sepanas musim panas terpanas kami hingga saat ini," kata Declan Finney, seorang peneliti di Universitas Leeds di Inggris.
Seorang ilmuwan penelitian iklim senior di Universitas Reading Inggris, Peter Innes mengatakan, frekuensi panas yang lebih besar baru-baru ini sejalan dengan ekspektasi tentang pemanasan global buatan manusia.
Dia merujuk pada sebuah penelitian yang mengamati gelombang panas Eropa pada 2003 dan sebuah temuan bahwa pada pertengahan abad ke-21, hal ini bisa menjadi sesuatu yang umum.
"Diperkirakan sekitar 35.000 orang meninggal akibat gelombang panas Eropa pada 2003, jadi ini bukan masalah sepele," katanya.