Bentrokan Antara Polisi dan Demonstran, Ekuador Nyatakan Keadaan Darurat

Nathania Riris Michico
Demonstran bentrok dengan polisi antihuru-hara di Quito, Ekuador. (FOTO: Rodrigo Buendia/AFP/Getty Images)

QUITO, iNews.id - Presiden Ekuador Lenin Moreno menyatakan keadaan darurat ketika bentrokan terjadi antara pengunjuk rasa dengan polisi. Aksi demonstrasi berlangsung di Ekuador setelah pemerintah mencabut subsidi bahan bakar sebagai bagian dari paket reformasi fiskal senilai 2 miliar dolar Amerika Serikat (AS).

Para demonstran melemparkan batu ke arah polisi dan mendirikan barikade yang terbakar. Sementara polisi merespons dengan gas air mata dalam kerusuhan terburuk selama bertahun-tahun di negara Andean yang memproduksi minyak itu.

Para pejabat mengatakan, penghapusan subsidi bahan bakar itu diperlukan untuk mengangkat kesulitan ekonomi dan menghentikan penyelundupan.

Moreno mengatakan, subsidi yang 'sesat' dan sangat mahal, yang berlaku selama 40 tahun, mendistorsi ekonomi dan aksi protes tidak akan diizinkan untuk melumpuhkan Ekuador.

"Untuk memastikan keamanan warga negara dan menghindari kekacauan, saya memerintahkan keadaan darurat nasional," kata Moreno, seperti dilaporkan Reuters, Jumat (4/10/2019).

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
57 tahun lalu

2 Negara Ini Berlakukan Hari Libur Nasional setelah Kalahkan Jerman di Piala Dunia

57 tahun lalu

Menang atas Ekuador di Piala Dunia, Suporter Meksiko Ricuh Tewaskan 4 Orang

57 tahun lalu

Bek Barcelona Tewas Ditembak di Ekuador, 2 Orang Ditangkap

57 tahun lalu

Rusuh Antargeng Narkoba di Penjara Ekuador, 500 Napi Tewas sejak 2021

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal