"Ini bukanlah sesuatu yang akan memuaskan para keluarga. Para keluarga benar-benar menginginkan jawaban."
Boeing 737 Max dilarang mengudara sejak Maret lalu, selagi para penyelidik mengevaluasi keamanan pesawat itu menyusul insiden fatal di Indonesia dan Ethiopa yang menewaskan lebih dari 340 orang.
Pada Juli lalu, Boeing berikrar akan mengluarkan uang sebesar 100 juta dolar AS kepada para keluarga korban dan komunitas yang terdampak oleh peristiwa nahas tersebut.
Belakangan, perusahaan itu menyatakan setengah dari 100 juta dolar AS akan dialokasikan untuk pembayaran langsung kepada keluarga. Adapun sisanya akan disalurkan pada program pendidikan dan pembangunan di komunitas terdampak.
Pengacara utama dalam kasus Ethiopian Airlines 302, Robert A Clifford, mengatakan kurangnya rincian waktu dalam pengumuman awal menunjukkan Boeing berupaya mengalihkan perhatian dari pertanyaan-pertanyaan soal keselamatan.