Bukan Hanya Mahathir, Ratusan Orang Laporkan Anwar Ibrahim ke Polisi terkait Perjanjian Dagang dengan AS

Anton Suhartono
Anwar Ibrahim menghadapi tekanan publik setelah ratusan warga dan entitas Malaysia melaporkannya ke polisi terkait perjanjian dagang dengan AS (Foto: Bernama)

KUALA LUMPUR, iNews.id - Perdana Menteri MalaysiaAnwar Ibrahim menghadapi gelombang tekanan publik setelah ratusan warga dan entitas Malaysia melaporkannya ke polisi terkait penandatanganan Perjanjian Perdagangan Timbal Balik (ART) dengan Amerika Serikat. Hingga awal Desember, lebih dari 139 laporan polisi tercatat secara nasional, menjadikan isu ini salah satu kontroversi politik terbesar sejak Anwar berkuasa.

Laporan-laporan itu muncul setelah mantan Perdana Menteri Mahathir Mohamad mengajukan laporan resmi terhadap Anwar pada Selasa (2/12/2025). Mahathir menuding Anwar meneken perjanjian dengan Presiden AS Donald Trump tanpa mandat sesuai konstitusi.

Anwar Tidak Punya Mandat, Perjanjian Tak Sah

Mahathir menegaskan perjanjian internasional sebesar ART tidak bisa diteken hanya oleh perdana menteri tanpa persetujuan empat entitas utama negara, yaitu Yang di-Pertuan Agong, Dewan Rakyat, Dewan Penguasa, dan eksekutif atau pemerintah.

“Perjanjian itu tidak sah… persetujuan dari keempat pihak tidak diperoleh,” kata Mahathir, mengutip laporan The Star. 

Dia juga menyebut ART berpotensi menyerahkan sebagian kekuasaan ekonomi Malaysia kepada AS, karena sejumlah klausul diduga mengharuskan Malaysia merujuk keputusan perdagangan kepada Washington.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
3 jam lalu

Kena Ranjau, 2 Kapal Tanker Meledak dan Terbakar di Selat Hormuz 

4 jam lalu

Perang Lagi! AS Peringatkan Warganya di Timur Tengah Waspada

7 jam lalu

Giliran Pangkalan Militer AS di Irak Dihujani Rudal dan Drone Iran

7 jam lalu

Wah, AS Tembakkan 80 Rudal Patriot Hanya untuk Cegat Satu Gelombang Serangan Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal