Buntut Tindakan Agresif Militer China terhadap AS di Laut dan Udara, Begini Tanggapan Gedung Putih

umaya
Kapal perang China memotong jalur kapal perusak berpeluru kendali AS, Chung-Hoon hanya dalam jarak 137 meter di Selat Taiwan. (Foto: Twitter)

WASHINGTON, iNews.id - Gedung Putih menilai agresivitas militer Beijing di Selat Taiwan dan Laut China Selatan terus meningkat. Hal itu akan meningkatkan risiko adanya pihak yang tidak suka dengan tindakan tersebut.

Pada Minggu (4/6/2023), Angkatan Laut AS merilis video tentang apa yang disebutnya "interaksi tidak aman" di Selat Taiwan. Sebuah kapal perang China melintas di depan kapal perusak AS. 

Sebelumnya, jet tempur China melakukan manuver 'agresif yang tidak perlu' di dekat pesawat militer AS di atas Laut China Selatan, wilayah udara internasional. 

Juru bicara Gedung Putih, John Kirby pada Senin (5/6/2023) mengatakan, tindakan penyadapan yang dilakukan militer China tidak aman dan tidak profesional. 

"Amerika Serikat akan terus membela kebebasan navigasi di udara dan laut. Tapi saya yakin, China akan membenarkan tindakannya," katanya.

Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait
Internasional
4 jam lalu

Iran Serang Pangkalan AS, Ledakan Guncang Bahrain Qatar UEA hingga Kuwait

Internasional
5 jam lalu

Breaking News: Iran Balas Serangan Israel, Luncurkan Rudal dan Drone

Internasional
5 jam lalu

Iran Kecam Serangan! Siap Bela Diri Hadapi AS dan Israel

Internasional
5 jam lalu

Israel-AS Serang Iran, Trump: Tak Ada yang Boleh Nantang Kehebatan Amerika!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal