Cara Kerja Senjata Termobarik yang Digunakan Rusia Bombardir Ukraina, Apakah Langgar Hukum?

Tika Vidya Utami
Cara kerja senjata termobarik yang digunakan Rusia menyerang Ukraina (Foto: AP)

JAKARTA, iNews.id - Cara kerja senjata termobarik menarik untuk diketahui. Senjata ini sempat menjadi perbincangan hangat karena digunakan pasukan Rusia dalam menyerang Ukraina.

Penggunaan senjata termobarik sebenarnya dilarang oleh beberapa organisasi internasional karena dampaknya yang menyiksa. Senjata ini bisa ditembakkan dari peluncur roket maupun dijatuhkan dari udara menggunakan pesawat.

Lantas bagaimana cara kerja senjata termobarik sampai penggunannya dilarang oleh beberapa pihak?

Termobarik atau juga dikenal dengan bom aerosol terdiri atas tabung berisi bahan bakar serta dua bahan peledak yang terpisah satu sama lain.

Pada tahap pertama charge mendistribusikan aerosol yang terbuat dari bahan sangat halus, yakni dari bahan bakar berbasis karbon hingga partikel logam kecil. Kemudian charge kedua memantik awan yang keluar hingga menciptakan bola api. Setelah itu terjadilah gelombang kejut sangat besar dan ruang hampa akibat proses penyedotan oksigen di sekitarnya.

Gelombang ledakan bisa bertahan lebih lama daripada bahan peledak konvensional. Bahkan dalam jarak tertentu, biasanya relatif dekat bergantung pada ukuran termobarik, senjata ini bisa melenyapkan tubuh manusia.

Gelombang kejut yang ditimbulkan bisa masuk ke celah atau ruang-ruang di gedung atau bungker bawah tanah sehingga sulit bagi target untuk menghindari dampak senjata termobarik.

Senjata semacam ini digunakan untuk berbagai tujuan serta tersedia dalam berbagai ukuran. 

Menurut Marcus Hellyer, analis senior Institut Kebijakan Strategis Australia, Rusia menggunakan senjata termobarik kemungkinan untuk merusak formasi pertahanan Ukraina.  Senjata yang diluncurkan dari udara dengan ukuran sangat besar digunakan untuk menghancurkan terowongan-terowongan dan bungker pertahanan.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
15 jam lalu

Ukraina Mungkin Gelar Referendum Tahun Ini untuk Serahkan Wilayah ke Rusia

Internasional
18 jam lalu

Zelensky Dilaporkan Siap Serahkan Wilayah Ukraina ke Rusia sebagai Syarat Gencatan Senjata

Internasional
4 hari lalu

Perjanjian Nuklir AS-Rusia Berakhir, Sekjen PBB: Ini Momen Genting Dunia

Internasional
5 hari lalu

Terungkap, Masih Ada Bom AS di Fasilitas Nuklir Iran yang Belum Meledak

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal