Damai dengan Azerbaijan, Armenia Kini Sibuk Perang Melawan Rakyat Sendiri

Arif Budiwinarto
Polisi antihuru-hara dikerahkan menghadapi aksi demonstran di ibu kota Yerevan. (foto: AFP)

Demonstran satu suara mengecam serta mendesak Pashinyan turun dari jabatannya.

"Nikol si pengkhianat. Nikol turun!," teriakan demonstran.

"Pashinyan telah menjual tanah air kami dan sekarang mencoba untuk tetap berkuasa," Naira Zoghrabyan, wakil dari Partai Armenia Sejahtera.

"Nikol, mundurlah dengan damai selagi masih memungkinkan," lanjutnya.

10 politisi oposisi yang dianggap sebagai penyokong aksi demo anti-Pashinyan telah ditangkap. Mereka dihadapkan pada hukuman penjara 10.

"Ini karena peran mereka dalam kekacuan massal dengan kekerasan ilegal," kata jaksa penuntut Armenia dalam sebuah pernyataan.

Perang Armenia-Azerbaijan telah tewaskan puluhan ribu orang

Armenia dan Azerbaijan telah berperang di wilayah konflik Nagorno-Karabakh sejak tahun 1990-an yang telah menewaskan lebih dari 30.000 orang.

Pertempuran terbaru yang berlangsung sejak 27 September telah menewaskan lebih dari 1.000 orang serta memaksa ratusan ribu orang mengungsi mencari perlindungan.

Editor : Arif Budiwinarto
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Ditengahi Trump, Armenia dan Azerbaijan Berdamai Setelah Perang Puluhan Tahun

57 tahun lalu

Armenia Kian Condong ke NATO, Rusia Khawatirkan Masa Depan Yerevan

57 tahun lalu

Israel Marah Besar Armenia Akui Negara Palestina, Langsung Panggil Dubes

57 tahun lalu

Armenia Akui Negara Palestina, Kutuk Serangan Israel ke Gaza

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal