Dari Sekutu Jadi Ancaman, Kisah Pahit Imigran Afghanistan yang Berbalik Menyerang AS

Anton Suhartono
Amerika Serikat kembali diguncang tragedi kekerasan, kali ini oleh sosok yang ironisnya pernah menjadi sekutu penting dalam operasi militer (Foto: AP)

Dugaan Celah Vetting: Apakah Amerika Salah Mengambil Risiko?

Kasus Rahmanullah kembali membuka perdebatan sengit tentang kebijakan imigrasi dan proses vetting terhadap mantan mitra perang AS. Para analis keamanan menyoroti tiga hal:

Proses pemeriksaan latar belakang terhadap penerima suaka dari zona perang sangat bergantung pada catatan intelijen yang kadang tidak lengkap.

Trauma pascaperang sering kali tidak terdeteksi dan tidak ditangani, terutama pada mereka yang bekerja di garis depan konflik.

Perpindahan dari zona perang ke kehidupan sipil di AS dapat menimbulkan guncangan besar, termasuk tekanan ekonomi dan sosial.

Semua kemungkinan kini menjadi bagian dari penyelidikan FBI.

Dakwaan Berat Menanti

Rahmanullah menyerang korban dengan pistol revolver Smith & Wesson. Dia akan didakwa dengan tiga tuduhan penyerangan, dan menurut Jaksa Agung Pam Bondi, tuntutan hukuman mati akan diajukan karena salah satu korban akhirnya tewas.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
1 hari lalu

Indonesia Buka Peluang Investasi Energi Surya 100 GWp, Investor AS Dibidik

2 hari lalu

Iran Tunggu Jawaban AS soal Proposal Terbaru Pembukaan Selat Hormuz

2 hari lalu

Ancaman Keras Iran: Jika Kami Tak Bisa Jual Minyak, Negara Lain Juga

2 hari lalu

California Resmi Tetapkan Idul Fitri dan Idul Adha Hari Libur Negara Bagian

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal