Data WHO: Virus Nipah Hanya Menginfeksi 600 Orang dalam 17 Tahun

Ahmad Islamy Jamil
Petugas kesehatan menangani jenazah pasien virus nipah di Kerala, India, pada 2018.(Foto: Reuters)

WHO menempatkan virus nipah sebagai salah satu penyakit prioritas untuk penelitian dan pengembangan dalam konteks darurat kesehatan masyarakat. Namun, data WHO sejauh ini tidak menunjukkan adanya kemungkinan besar virus itu menjadi penyebab epidemi berikutnya.

Sebelumnya, sebuah LSM yang didanai oleh pemerintah Inggris dan Belanda, Access to Medicine Foundation, menyebut dalam laporan mereka pada 26 Januari bahwa belum ada obat atau vaksin untuk pengobatan orang terinfeksi virus nipah. LSM itu pun menggambarkan virus nipah sebagai “risiko pandemi” berikutnya setelah Covid-19.

Direktur eksekutif LSM, Jayasree K Iyer, yang dikutip oleh The Guardian mengatakan, virus nipah bisa meledak kapan saja. “Pandemi berikutnya ini bisa menjadi infeksi yang kebal obat,” ujarnya.

Pada Minggu (31/1/2021) lalu, konsultan penyakit menular asal Yordania, Dirar Balawi, mengatakan tidak perlu panik atas virus nipah.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
13 jam lalu

Mantan Bintang Arsenal Terancam 5 Tahun Penjara Gegara Sertifikat Vaksin Covid-19 Palsu

4 hari lalu

Kasus Influenza A Mulai Meningkat, Lebih Bahaya dari Covid-19?

7 hari lalu

Kekayaan Bernard Arnault Menguap Rp1.149 Triliun, Terdepak dari 10 Orang Terkaya Dunia

25 hari lalu

Budi Gunadi Siap Mundur dari Menkes jika Terpilih Jadi Dirjen WHO

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal