Waktu yang seharusnya dipenuhi dengan tangisan bayi, pelukan pertama, dan kebahagiaan orang tua menyambut anggota baru keluarga. Namun, semua harapan itu berakhir ketika kebakaran melanda rumah sakit.
Mehmood mengatakan istrinya berada di dalam bangsal ketika api mulai berkobar. Ia kemudian berhasil keluar, tetapi bayi mereka tidak berhasil diselamatkan.
"Saya kehilangan putri saya. Dia baru berusia tiga hari," kata Mehmood.
Ia mengaku hanya bisa menunggu di luar rumah sakit bersama keluarga lainnya sembari menanti pertolongan.
"Kami duduk di jalan menunggu bantuan," ujarnya.
Sementara itu, Shagufta Parveen mengalami situasi yang hampir sama, tetapi dengan akhir yang berbeda.
Ia berada di PIMS bersama bayinya yang baru berusia 10 hari ketika kebakaran terjadi. Ketika asap hitam mulai memenuhi area rumah sakit, kepanikan langsung terjadi. Orang-orang berteriak dan berusaha menyelamatkan diri.