Parveen ikut berlari. Namun, di tengah kepanikan itu, ia masih bisa memeluk bayinya. Anaknya selamat.
Ketika berdiri di luar gedung, ia masih membawa bayinya dalam pelukan. Tubuhnya terlihat terkena sisa asap dan jelaga akibat kebakaran.
"Orang-orang berteriak. Ada asap hitam. Kami berlari menyelamatkan diri," katanya.
Kisah Parveen menjadi sedikit cahaya di tengah tragedi yang merenggut 14 bayi lainnya.
Kebakaran tersebut dilaporkan terjadi pada pagi hari di Mother and Child Health Ward, lantai tiga PIMS.