“Saya tidak menghubungi keluarga karena merasa gagal (di perantauan. Saya ingin mencari peruntungan di Teluk (Jazirah Arab), dan itu tidak saya dapatkan,” ujarnya kepada media internasional, dikutip kembali Alarabiyah, Senin (26/7/2021).
“Lalu saya terus bertekad akan menjadi orang sukses (dengan bekerja) di Bombay (Mumbai) dan barulah setelah itu memberi tahu semua orang. Tapi itu tidak pernah terjadi. Begitulah yang saya alami, dan 45 tahun pun berlalu,” kata Thangal berkisah.
Dua tahun lalu, seorang teman menemukan dia dalam keadaan fakir: tidak punya uang dan sakit-sakitan sehingga hampir tidak bisa berjalan. Temannya itu membawa Thangal ke tempat penampungan. Namun, kakek itu tetap tak mau membeberkan informasi tentang keluarganya. Beberapa minggu yang lalu, dia akhirnya bercerita.
Penyelidikan pun dilakukan di sebuah masjid di Kottayam. Imam masjid itu ternyata mengenal keluarga Thangal.
“Thangal dulu mengorganisasi program budaya India di Dubai dan Abu Dhabi pada tahun 70-an. Pada Oktober 1976, aktris India Selatan, Rani Chandra, dan yang lainnya pergi ke UEA untuk satu acara seperti itu,” ungkap pendiri Social and Evangelical Association for Love (SEAL) Ashram, Pendeta KM Philip, yang memberikan perlindungan kepada Thangal.
“Saat terbang kembali dari Abu Dhabi ke Madras, melalui Bombay, Thangal memutuskan untuk tidak pergi dengan rombongan, dan lolos dari kecelakaan. Sementara semua rombongan, termasuk Chandra, meninggal dunia,” ucapnya.
Philip menuturkan, Thangal menderita stres pascatrauma dan masalah psikologis terkait usai kecelakaan itu, karena seorang sahabatnya sesama perantau juga meninggal dalam insiden tersebut. Dia mulai melakukan pekerjaan sambilan di Mumbai, seperti membantu pengisian formulir visa dan paspor untuk orang-orang. Dia juga pernah bekerja sebagai pegawai katering untuk bertahan hidup di kota pusat keuangan India itu.