Posting-an serupa terus menyebar ke seluruh dunia dan diterjemahkan dalam bahasa Arab, Spanyol, Turki, Prancis, Malaysia, dan Indonesia.
Namun, baik IDF maupun Rebecca membantah tuduhan itu. Disebutkan perempuan 24 tahun itu sudah tak bertugas lagi di militer lagi sejak 2,5 tahun lalu. Itu pun, dia tak pernah menjadi sniper selama bertugas.
Menurut laporan Times of Israel, saat ini dia berkerja untuk tahun jeda. Bulan depan, dia akan memulai mengajar bahasa Inggris untuk para pengungsi.
Meski sosoknya menjadi terkenal di dunia maya sejak Jumat malam, Rebecca baru mengetahui hal itu pada Sabtu malam saat mengaktifkan kembali telepon selulernya.
"Saya menyalakan telepon setelah Shabbat (hari istirahat bekerja pada Jumat dan Sabtu bagi Yahudi), ada ratusan pesan di Facebook. Teman-teman saya juga mengirim pesan kepada saya melalui Whatsapp," kata dia.