Dua Penembakan Brutal di AS, Joe Biden Desak Kongres Sahkan UU Pengendalian Senjata

Djairan
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden. (Foto: Reuters).

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mendesak Kongres untuk mengesahkan rancangan undang-undang (RUU) pengendalian senjata. Pengesahan RUU tersebut agar dia dapat bertindak menghentikan ancaman kekerasan. 

Pernyataan itu disampaikan Biden sehari setelah penambakan massal di Boulder, Colorado yang menewaskan 10 orang termasuk polisi. Seminggu sebelum itu, insiden penembakan brutal juga terjadi di tiga panti pijat di Atlanta.

Biden meminta RUU yang disetujui oleh DPR pada 11 Maret lalu dapat memperketat prosedur pembelian senjata. Dia juga menyerukan larangan senapan serbu yang kerap digunakan pelaku penembakan.

"Saya tidak perlu menunggu satu menit lagi apalagi satu jam untuk mengambil langkah-langkah yang akan menyelamatkan nyawa warga Amerika. Saya mendesak rekan-rekan saya di DPR dan Senat untuk segera bertindak," kata Biden di Gedung Putih, dikutip Reuters, Rabu (24/3/2021).

Juru Bicara Gedung Putih, Jen Psaki mengatakan, Biden sedang mempertimbangkan serangkaian tindakan eksekutif untuk mencoba menghentikan kekerasan bersenjata. Tindakan semacam itu tidak membutuhkan persetujuan Kongres.

Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait
13 jam lalu

Terungkap! Serangan Iran ke Pangkalan Yordania Hantam Beberapa Jet Tempur AS

15 jam lalu

3 Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya Tewas Ditembak KKB, Mentan Amran Minta Usut Tuntas

16 jam lalu

Lagi, Trump Ancam Hancurkan Gunung 'Nuklir' Iran

24 jam lalu

Iran Sita Kapal Selam Tanpa Awak AS di Selat Hormuz

2 hari lalu

Iran Klaim Hancurkan Pangkalan Militer AS di Yordania, Tempat Parkir Jet Tempur F-35 dan F-16

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal