ANKARA, iNews.id - Presiden TurkiRecep Tayyip Erdogan menegaskan keanggotaan Uni Eropa (UE) bukan lagi menjadi prioritas bagi negaranya. Erdogan bahkan menyindir, justru Uni Eropa yang mengalami kerugian jika terus menolak Turki bergabung dengan blok tersebut.
"Eropa tampaknya tidak ingin Turki bergabung dengan Uni Eropa. Ini bukan prioritas bagi Ankara, sementara Eropa yang dirugikan jika Turki tidak menjadi anggota Uni Eropa," kata Erdogan, kepada Al Jazeera, dikutip Minggu (16/8/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan setelah Dewan Uni Eropa menyetujui dokumen strategis yang membahas sejumlah ancaman dan tantangan keamanan kawasan, termasuk Turki, kemungkinan pencaplokan Siprus, serta situasi keamanan di sekitarnya.
Dokumen berjudul Pemahaman Bersama-Ancaman dan Tantangan yang Kita Hadapi: Penilaian Lingkungan Strategis Uni Eropa itu disetujui pada Sabtu (15/8/2026).
Pemerintah Turki langsung merespons dokumen tersebut. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Turki menilai isinya bias dan tidak adil terhadap Ankara.