Erdogan: Yerusalem Tempat Suci Umat Islam, Tak Bisa Diberikan ke Israel

Anton Suhartono
Recep Tayyip Erdogan (Foto: AFP)

Sebelumnya, Trump memaparkan rencana perdamaian dan memperingatkan usulannya itu merupakan peluang satu-satunya bagi Palestina untuk mendapatkan kemerdekaan sejati.

"Visi saya menghadirkan peluang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak, solusi dua negara yang realistis," kata Trump.

Berdasarkan rencana itu, Yerusalem tetap menjadi ibu kota Israel. Rencana perdamaian itu juga menawarkan Palestina negara berdampingan dan bantuan keuangan dalam jumlah besar.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas jelas menolak rencana Trump tersebut dan menyebutnya sebagai konspirasi.

"Saya katakan kepada Trump dan Netanyahu, Yerusalem tidak untuk dijual, semua hak kami tidak untuk dijual dan tidak untuk tawar-menawar," kata Abbas.

Pejabat Hamas, selaku faksi utama di Gaza, menyebut usulan itu tidak masuk akal. Disebutkan, Trump berusaha menghancurkan proyek nasional Palestina.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
23 jam lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat ke Rp17.899 per Dolar AS, Ini Pendorongnya

24 jam lalu

Apa Saja Tugas 'Pasukan Khusus AI' Bentukan Trump?

1 hari lalu

Trump Desak Warga AS Terima Lonjakan Harga Dampak Perang Iran

1 hari lalu

Pakta Pertahanan Makkah Hadapi Ujian Pertama, Houthi Jadi Target Perdana

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal