Tidak satu pun dari kubu tersebut mencapai 61 kursi yang diperlukan untuk meraih mayoritas di parlemen, sehingga memerlukan koalisi lanjutan.
Channel 12 juga melaporkan, tingkat partisipasi pemilih kalangan Arab mencapai 80 persen, seraya menyebut perolehan kursi yang diproyeksikan bagi partai-partai Arab sebagai pencapaian bersejarah.
Komisi Pemilihan Umum Israel menyatakan, secara keseluruhan tingkat partisipasi pemilih mencapai 77,7 persen, angka tertinggi sejak 1999 atau meningkat 7,1 persen dibandingkan pemilu sebelumnya pada 2022.
Penghitungan suara dimulai setelah tempat pemungutan suara ditutup pada pukul 22.00 waktu setempat.
“Masih belum jelas siapa yang memenangkan pemilu ini, tetapi sudah ada pihak yang kalah telak, Netanyahu,” tulis lembaga penyiaran tersebut dalam judulnya yang dirilis di media sosial.