Federasi Palang Merah Peringatkan Perubahan Iklim Lebih Berbahaya daripada Covid-19

Anton Suhartono
Jagan Chapagain (Foto: AFP)

Frekuensi dan intensitas cuaca ekstrem dan bencana terkait iklim meningkat pesat dalam beberapa dekade terakhir.

Pada 2019 saja, ungkap IFRC, dunia dilanda 308 bencana alam, 77 persen di antaranya terkait iklim atau cuaca, menewaskan sekitar 24.400 orang.

Jumlah bencana terkait iklim dan cuaca terus meningkat sejak 1960-an, lalu melonjak hampir 35 persen sejak 1990-an.

Bencana terkait cuaca dan iklim menewaskan lebih dari 410.000 orang selama 10 tahun terakhir, kebanyakan terjadi di negara-negara miskin yang diterjang gelombang panas dan badai mematikan.

Menghadapi ancaman ini, IFRC menyerukan kepada komunitas internasional untuk bertindak secepat mungkin.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Nasional
23 hari lalu

Arahan Prabowo, Indonesia bakal Tangani Perubahan Iklim Bersama Jepang

Health
24 hari lalu

Gejala Covid-19 Cicada yang Harus Diwaspadai, Demam hingga Sakit Tenggorokan

Nasional
24 hari lalu

Covid-19 Varian Cicada Diprediksi Sudah Masuk Indonesia, Ini Kata Epidemiolog

Health
24 hari lalu

Asal Usul Nama Cicada, Julukan Covid-19 Varian Baru yang Mulai Menggila

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal