Ganasnya Varian Delta, Tentara AS yang Menolak Vaksin Covid Bakal Dipecat

Anton Suhartono
Lloyd Austin (Foto: Reuters)

"Sementara tentara yang menolak vaksin langkah pertama akan diberi nasehat melalui rantai komando dan layanan medis. Jika terus tak mematuhi bisa mendapat hukuman administratif atau non-yudisial, termasuk pembebasan tugas dan pemberhentian," bunyi pernyataan AD AS, dikutip dari Reuters, Rabu (15/9/2021).

Dokter ahli bedah AD Raymond Scott Dingle menjelaskan langkah ini diambil terkait kekhawatiran atas penyebaran varian Delta yang sangat menular.

"Ini benar-benar masalah hidup dan mati bagi tentara, keluarga, dan masyakarat di tempat kita tinggal," kata Dingle.

Hingga pekan lalu, Departemen Pertahanan AS melaporkan 353.000 lebih kasus infeksi Covid-19 di lingkungan militer serta dan lebih dari 450 kasus kematian.

AD menargetkan unit-unit aktif sudah mendapat vaksin penuh hingga 15 Desember sementara unit Cadangan dan Garda Nasional paling lambat pada 30 Juni 2022.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
12 jam lalu

Rupiah Kembali Ditutup Melemah Hari Ini, Sentuh Rp18.160 per Dolar AS

14 jam lalu

Mencekam! Rekaman Kopilot Jet Pribadi Sebelum Jatuh di Florida: Kami Akan Hantam Tanah!

20 jam lalu

AS Serang Iran Lagi, Ledakan Terdengar di Pulau Qeshm

21 jam lalu

Iran Janjikan Pembalasan Ganas jika Pejabatnya Terbunuh akibat Serangan AS-Israel

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal