Gedung Putih Tak Sengaja Masukkan Jurnalis ke Grup Menteri Bahas Perang, Menhan Tolak Disalahkan

Anton Suhartono
Pete Hegseth membantah telah mengirim pesan rencana perang dalam grup obrolan yang di dalamnya terdapat seorang jurnalis (Foto: AP)

Goldberg mengatakan di antara yang disampaikan Hegseth dalam pesannya adalah soal rencana serangan udara ke Yaman, sekitar 2 jam setelah pesan itu disampaikan.

“Dunia mengetahui sesaat sebelum pukul 14.00 Waktu Timur, pada 15 Maret, Amerika Serikat mengebom target-target Houthi di seluruh Yaman,” kata Goldberg.

“Namun, saya tahu 2 jam sebelum bom pertama meledak, serangan itu mungkin akan datang. Alasan saya mengetahui hal ini adalah karena Pete Hegseth, menteri pertahanan, telah mengirimi saya rencana perang melalui pesan pada pukul 11.44.”

Dia langsung melapor ke Gedung Putih mengenai kebocoran informasi keamanan tingkat tinggi tersebut. Setelah itu dia keluar dari grup obrolan.

Presiden Donald Trump saat dikonfirmasi wartawan menegaskan tidak tahu mengenai skandal keamanan nasional tersebut.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
14 jam lalu

Kelompok Houthi Lancarkan Gelombang Serangan Baru ke Arab Saudi, Belasan Warga Sipil Jadi Korban

2 hari lalu

Arab Saudi Peringatkan Houthi, Tak Ada Kompromi untuk Keamanan Negara 

2 hari lalu

Arab Saudi Tutup Pipa Minyak Strategis usai Serangan Drone dari Irak

3 hari lalu

AS Siap Bantu Arab Saudi Serang Houthi, tapi...

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal