Hasil Autopsi Terbaru Juliana Marins di Brasil, Waktu hingga Penyebab Kematian

Anton Suhartono
Otoritas Brasil melakukan autopsi ulang terhadap jenazah Juliana Marins (Foto: O Globo)

RIO DE JANEIRO, iNews.id - Otoritas Brasil melakukan autopsi ulang terhadap jenazah Juliana Marins, pendaki yang tewas setelah terjatuh ke jurang di Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada 22 Juni lalu. Jenazah Juliana sebenarnya sudah diautopsi di RSUD Bali setelah dievakuasi, namun keluarga meminta pemeriksaan ulang di Rio de Janeiro, demikian juga kantor lembaga bantuan hukum Brasil yang mengawal kasus ini. 

Atas permintaan keluarga, jenazah menjalani otopsi ulang di Institut Medis-Hukum (IML) Rio de Janeiro. 

Reginaldo Franklin, pejabat forensik Kepolisian Rio de Janeiro, mengatakan hasil autopsi mengungkap Juliana diperkirakan tewas setelah 32 jam sejak dia jatuh dari tebing. Lebin rinci, Juliana tewas 15 menit setelah jatuh untuk terakhir kali dari tebing.

Seperti diketahui, Juliana di jatuh tiga kali, kejadian pertama sedalam sekitar 220 meter, lalu 60 meter lagi, sebelum jasadnya ditemukan di kedalaman 650 meter.

Franklin menjelaskan perkiraan waktu tewasnya Juliana bisa diketahui dari temuan larva dari jasad korban.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
13 hari lalu

Atasi Karhutla, Pemerintah Siapkan Penyemprotan Cairan Bantuan Brasil dari Helikopter

14 hari lalu

Serbuk asal Brasil buat Padamkan Karhutla Diuji di Sumsel, Diklaim 10 Kali Lebih Efektif Dibanding Air

21 hari lalu

Pilpres Brasil Digelar Besok, Lula dan Flavio Bolsonaro Bersaing Rebut Kursi Presiden

1 bulan lalu

Polda Metro Kantongi Hasil Ekshumasi Sutrimo Orang Dekat Eks Jampidsus, Segera Diumumkan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal