Heboh Bom Klaster AS untuk Ukraina, Negara Mana Saja yang Masih Simpan?

Ajeng Wirachmi
Amerika Serikat akan mengirim bom klaster ke Ukraina bagian dari paket bantuan senjata terbaru senilai 800 juta dolar AS (Foto: Reuters)

JAKARTA, iNews.id - Amerika Serikat akan mengirim bom klaster ke Ukraina bagian dari paket bantuan senjata terbaru senilai 800 juta dolar AS. Keputusan AS itu ditentang banyak negara, termasuk sekutu-sekutunya di Eropa karena sangat membahayakan warga sipil.

Bom klaster atau amunisi tandan merupakan cara untuk menyebabkan kerusakan masif pada musuh dengan beberapa bom proyektil saja. Biom klaster bisa ditembakkan dari artileri, roket, atau diterjunkan dari pesawat.

Namun dalam banyak kasus, tak semua bom kecil meledak setelah dilepaskan dari muatan induknya. Ini bisa bertahan hingga puluhan tahun atau setelah konflik berakhir sehingga sangat membahayakan warga sipil.

Melansir BBC, amunisi tandan merupakan metode yang sangat efektif jika dilihat dari perspektif militer. Apalagi jika digunakan oleh pasukan darat dengan strategi penggalian parit dan pembangunan benteng. 

Di Ukraina, bom klaster menjadi pilihan karena bisa membantu tentara menghancurkan lebih banyak target Rusia. Selain itu, penyimpanan amunisi bisa diakses dengan cepat. 

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
1 hari lalu

Trump Sebut Akan Bertemu Kim Jong Un Bulan Depan

2 hari lalu

Presiden Pezeshkian Ngadu ke Putin, Kenapa Iran dan AS Tak Kunjung Berdamai

2 hari lalu

Harga Minyak Dunia Melemah usai Trump Umumkan Gencatan Senjata Energi Rusia-Ukraina

2 hari lalu

Trump Bela Kesepakatan Solar dengan Rusia, Zelensky Murka: Putin Dapat Duit untuk Perang!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal