Heboh, Gedung Putih Tampilkan Peta Seolah Taiwan Bukan Bagian China

Anton Suhartono
Penasihat Keamanan AS John Bolton berdiri di depan peta yang seolah memisahkan China dengan Taiwan (Foto: AFP)

Peta tersebut sontak menjadi pembicaraan warganet. Mereka menyoroti mengapa wilayah China, Rusia, serta negara lain yang mendukung kepemimpinan presiden Nicolas Maduro ditandai dengan warna merah.

Sebelumnya China mengancam perusahaan-perusahaan multinasional yang menyiratkan bahwa Taiwan terpisah dari negaranya melalui gambar peta.

Pada awal Januari, restoran cepat saji McDonald's meminta maaf atas iklan televisi yang memperlihatkan klip kartu identitas siswa berdurasi 2 detik yang mencantumkan Taiwan sebagai negara.

Tahun lalu, perusahaan retail pakaian AS, Gap, juga meminta maaf setelah membuat kaos yang menunjukkan peta China tanpa Taiwan. Perusahaan lain seperti jaringan hotel Marriott dan Ikea mengalami masalah serupa.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
3 hari lalu

Perjanjian Nuklir AS-Rusia Berakhir, China Ogah Diseret-seret

Nasional
3 hari lalu

Purbaya Sidak Perusahaan Baja China: Saya Buktikan Kita Tidak Bisa Disogok!

Internasional
5 hari lalu

Perusahaan China Tawarkan Wisata Luar Angkasa, Tiket Rp7,2 Miliar per Orang

Internasional
8 hari lalu

Latihan Perang Gabungan dengan Rusia-China, Iran Tunjukkan Otot kepada AS dan Israel

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal