YAOUNDE, iNews.id - PresidenKamerunPaul Biya bikin heboh negaranya, melancong ke Eropa sejak 2 bulan lalu dan belum kembali sampai sekarang. Ini merupakan lawatan luar negeri paling panjang yang dilakukan pria 93 tahun tersebut, memicu kritikan tentang kekosongan kekuasaan dan kekhawatiran mengenai kesehatrannya.
Biya merupakan presiden tertua di dunia dan telah memimpin Kamerun sejak 1982. Dia terakhir dilantik pada November 2025 untuk periode kedelapan setelah memenangkan pemilu kontroversial.
Biya meninggalkan Kamerun pada 7 Juni untuk melakukan "kunjungan pribadi singkat ke Eropa". Pemerintahnya kemudian mengonfirmasi bahwa Biya kini berada di Swiss.
Kesehatan presiden telah lama menjadi topik spekulasi karena dia menghabiskan waktu sangat panjang di Eropa, termasuk Prancis dan Swiss. Dia menghabiskan waktu beberapa pekan di luar negeri sambil menyerahkan sementara pemerintahan kepada pejabat partai dan anggota keluarga.
UUD Kamerun tidak secara khusus melarang seorang presiden meninggalkan negara selama berbulan-bulan. Namun Kamerun merupakan negara tanpa wakil presiden, sehingga penggantinya ditunjuk sepenuhnya oleh Biya.