Hizbullah: Kami Akan Setop Perangi Israel jika sudah Ada Gencatan Senjata Penuh di Gaza

Ahmad Islamy Jamil
Serangan Hizbullah di Israel Utara dalam beberapa bulan terakhir membuat repot rezim zionis. (Foto: Reuters)

Perang di Gaza dimulai pada 7 Oktober setelah para pejuang Hamas menyerbu Israel Selatan, menewaskan sekitar 1.200 orang dan menawan sekitar 250 orang lainnya. Israel merespons operasi Hamas itu dengan serangan udara dan darat secara membabi buta di Gaza, menyebabkan kehancuran luas dan menewaskan lebih dari 37.900 warga Palestina--sebagian besar perempuan dan anak-anak.

Pembicaraan mengenai gencatan senjata di Gaza terhenti dalam beberapa pekan terakhir, sehingga meningkatkan kekhawatiran akan peningkatan konflik antara Lebanon-Israel. Hizbullah hampir setiap hari terlibat baku tembak dengan pasukan Israel di sepanjang perbatasan kedua negara selama sembilan bulan terakhir. Konflik sporadis antara Israel dan Hizbullah telah menyebabkan puluhan ribu orang mengungsi di kedua sisi perbatasan Israel-Lebanon.

Di Israel Utara, 16 tentara zionis dan 11 warga sipil tewas. Sementara di Lebanon, lebih dari 450 orang tewas–sebagian besar adalah pejuang Hizbullah, tetapi ada juga puluhan warga sipil.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Internasional
55 menit lalu

Iran Tegaskan Tak Tutup Selat Hormuz kecuali untuk Kapal AS, Israel dan Sekutunya

Internasional
1 hari lalu

Pesawat Tanker AS Jatuh di Irak saat Jalankan Misi Serang Iran, 6 Tentara Tewas

Internasional
1 hari lalu

Israel Kembali Bombardir Beirut dan Lebanon Selatan, Lebih dari 25 Orang Tewas

Internasional
2 hari lalu

Pidato Perdana Netanyahu sejak Perang: Iran Bukan Lagi Iran yang Sama setelah Serangan Israel

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal