Horor! Gelombang Panas di Eropa Renggut 30.000 Nyawa Lebih

Anton Suhartono
Eropa mencatat 30.000 kasus kematian tambahan selama gelombang panas terik serta kekeringan yang memicu kebakaran hutan (Foto: AP)

Karena perkiraan terbaru EuroMomo akan disempurnakan dalam beberapa pekan ke depan, total angka kematian tambahan diperkirakan akan terus berubah.

Data tersebut hanya mencakup data dari 23 negara Eropa, tidak termasuk sebagian wilayah timur benua tersebut.

Sementara itu kantor berita AFP menghitung 33.000 kematian tambahan yang terkait dengan gelombang panas secara langsung. Angka itu berdasarkan data resmi yang dikumpulkan dari delapan negara, yakni Austria, Belgia, Inggris, Prancis, Jerman, Belanda, Portugal, dan Spanyol.

Jerman, negara terpadat di Uni Eropa dengan 82 juta penduduk, mencatat 14.000 kematian tambahan terkait dengan gelombang panas hingga 9 Agustus. Jumlah tersebut merupakan rekor tertinggi sejak pencatatan dimulai pada 2016.

Seperti negara-negara Eropa lain, kalangan berusia di atas 75 tahun paling banyak menjadi korban serangan panas.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
5 hari lalu

Demo Besar-besaran Pelajar di Prancis Ricuh, 1.900 Orang Ditangkap

14 hari lalu

Presiden Macron Ungkap Kondisi Dunia saat Ini: Seperti Kembali ke Hukum Rimba

14 hari lalu

Indonesia-Prancis Gelar Dialog Menhan Tahunan Perdana, Bahas Latihan Garuda Guerrier

15 hari lalu

Macron Sindir Trump soal Gaza di Sidang Umum PBB: Ada yang Bilang Perdamaian Telah Dicapai

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal