Horor! Gelombang Panas di Eropa Renggut 30.000 Nyawa Lebih

Eropa mencatat 30.000 kasus kematian tambahan selama gelombang panas terik serta kekeringan yang memicu kebakaran hutan (Foto: AP)

PARIS, iNews.id - Eropa mencatat 30.000 kasus kematian tambahan selama gelombang panas serta kekeringan. Angka tersebut menunjukkan tambahan jumlah orang yang meninggal dunia, di luar kondisi normal.

Data yang diungkap platform EuroMomo menunjukkan, selama pertengahan Juli hingga pertengahan Agustus, Eropa mengalami lebih dari 32.000 kematian tambahan. Padahal perode tersebut bukan awal maupun akhir dari musim panas.

EuroMomo tidak merilis data kematian per negara, namun otoritas negara-negara Eropa menerbitkan angka sementara, termasuk periode yang sama dengan penghitungan EuroMomo. Bahkan, data dari negara-negara tersebut dihitung dari akhir Mei, waktu dimulainya musim panas di sebagian negara, hingga Agustus.

Berdasarkan perkiraan pekanan terbaru EuroMomo, pekan terakhir Juni tampaknya menjadi minggu paling mematikan di Eropa, dengan hampir 16.000 kematian tambahan yang tercatat. Selanjutnya pekan pertama Juli berada di urutan kedua dengan sekitar 8.000 kematian.

Kedua minggu tersebut bertepatan dengan salah satu gelombang panas dahsyat yang melanda Eropa pada musim panas tahun ini. Di saat yang sama, kekeringan yang meluas memicu kebakaran hutan dahsyat.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
9 tahun lalu

Presiden Prancis Mendadak ke Arab Saudi, Ada Apa?

9 tahun lalu

Inggris Tak Lagi Jadi Negara Ekonomi Terbesar Kelima

9 tahun lalu

Harimau Sirkus Ditembak Mati karena Kabur ke Jalanan di Paris

9 tahun lalu

Prancis Sebut AS Mengasingkan Diri dalam Proses Perdamaian Timteng

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal