Indonesia Bor Minyak di Laut Natuna Utara, China Protes dan Sebut Perairan Itu Miliknya

Ahmad Islamy Jamil
Kapal perang Indonesia tengah berpatroli di Perairan Natuna, Kepulauan Riau, pada 2020. (Foto: ANTARA)

“(Surat dari China itu) sedikit mengancam karena itu adalah upaya pertama diplomat China untuk mendorong agenda sembilan garis putus-putus mereka terhadap hak-hak kami di bawah Hukum Laut,” kata Farhan.

China adalah mitra dagang terbesar Indonesia dan sumber investasi terbesar kedua bagi republik ini. Fakta tersebut menjadikan Beijing memiliki posisi penting dalam mewujudkan ambisi Indonesia untuk menjadi ekonomi papan atas dunia. 

Menurut Farhan dan dua sumber lainnya, para pemimpin Indonesia sampai sejauh ini masih memilih diam tentang masalah di Laut Natuna Utara itu demi menghindari konflik atau pertikaian diplomatik dengan China.

Tak cukup mempersoalkan pengeboran minyak, kata Farhan, China dalam surat terpisah juga memprotes latihan militer Garuda Shield antara TNI Angkatan Darat dan US Army (Angkatan Darat Amerika Serikat) pada Agustus lalu. 

Latihan tersebut—yang melibatkan 4.500 tentara dari AS dan Indonesia—telah menjadi kegiatan rutin sejak 2009. Menurut Farhan, ini adalah protes pertama China terhadap latihan militer tersebut.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
18 jam lalu

Kerahkan Ratusan Alat Berat, China Buka Akses Jalan ke Perbatasan Nepal yang Lenyap akibat Banjir

15 jam lalu

Sinopsis Microdrama Bayi Jenius dan Istri Miliarder, Ada Plot Twist di Akhir!

1 hari lalu

Kisah 900 Siswa SMA Nepal Lolos dari Terjangan Banjir, Bus Terakhir Nyaris Dihantam Gelombang

2 hari lalu

BNN Bongkar Penyelundupan 800 Kg Ketamin di Natuna Utara, Modus Vape Jadi Sorotan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal