Sekitar 95 persen listrik Singapura dihasilkan menggunakan gas alam. Sementara Singapura mengimpor sejumlah besar gas melalui pipa dari Indonesia.
Namun Wong menegaskan, Singapura sudah bersiap menghadapi risiko tersebut. Pemerintahannya telah berinvestasi dalam terminal gas alam cair (LNG) untuk mengimpor gas alam dari berbagai negara, tanpa harus bergantung pada pipa. Cara itu memberikan lebih banyak pilihan untuk mengelola gangguan pasokan.
Bahlil Ungkap Alasan Pangkas Ekspor Gas ke Singapura
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia pada Kamis (22/10/2026) menyebut Indonesia menghentikan atau mengurangi ekspor gas ke negara-negara yang kurang menghargai Indonesia.
Pria yang juga menjabat Menteri Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi itu menegaskan, pemerintah akan memprioritaskan pemanfaatan sumber daya energi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri sebelum mengalokasikan pasokan untuk ekspor. Kebijakan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar sumber daya alam Indonesia dimanfaatkan terlebih dahulu untuk kepentingan nasional.
"Saya akan melakukan evaluasi kontrak dengan negara-negara lain yang tidak kooperatif, yang tidak saling menghargai antara hubungan sama negara," kata Bahlil.