Inggris Kucurkan Rp920 Miliar untuk Akhiri Sunat Perempuan di Afrika

Nathania Riris Michico
Ilustrasi FGM atau sunat perempuan di Afrika. (Foto: Getty Images)

LONDON, iNews.id - Inggris berjanji memberi bantuan sebesar 50 juta poundsterling atau sekitar Rp920 miliar untuk menghentikan praktik mutilasi genital alias sunat perempuan (FGM) di Afrika.

Pemerintah Inggris menyatakan, hal tersebut merupakan investasi tunggal terbesar di dunia untuk membantu mengakhiri FGM pada 2030.

Tindakan FGM meliputi membuang seluruh atau sebagian alat kelamin anak gadis atau perempuan, termasuk klitoris. Beberapa orang melakukan hal itru sebagai tradisi dan ritual.

ActionAid menyambut baik pendanaan tersebut. Namun, mereka menekankan bahwa berfokus pada FGM saja tidak cukup untuk memberantas kekerasan terhadap perempuan.

Paket bantuan ini akan membantu mendanai organisasi seperti proyek Saleema di Sudan, yang bertujuan menunjukkan kepada gadis-gadis bahwa mereka dapat merasa diberdayakan jika mereka tidak disunat dan berusaha mengubah sikap anggota yang lebih tua di masyarakat.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
6 hari lalu

Kekayaan Elon Musk Lampaui PDB 5 Negara Afrika, Begini Perbandingannya

3 bulan lalu

Korban Tewas Ebola Jadi 100 Orang di Kongo, WHO Peringatkan Potensi Wabah Lebih Besar

4 bulan lalu

RI Cari Alternatif Pasokan Bahan Baku Plastik dari AS hingga Afrika

6 bulan lalu

DPR Usul Rute Penerbangan Haji 2026 Lewat Afrika, Ini Kata Kemenhaj

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal