Ini Alasan Turki Menyerang Suriah dan Sejarah Suku Kurdi

Anton Suhartono
Suku Kurdi mendiami 4 negara dan telah berperang dengan Turki sejak akhir PD I (Foto: AFP)

Meski jumlahnya terbilang besar, Kurdi tak memiliki negara sendiri. Sebagian besar dari mereka tinggal di daerah pegunungan di sebelah selatan Turki, utara Suriah, dan di kota-kota besar Irak dan Iran.

Dalam jumlah sangat kecil, suku Kurdi juga bisa ditemukan di Armenia, Azerbaijan, Lebanon, serta berdiaspora ke Eropa, khususnya Jerman.

Runtuhnya kekhalifahan Turki Utsmani di akhir Perang Dunia I sebenarnya membuka peluang bagi Kurdi untuk membentuk negara sendiri yang diatur dalam Perjanjian Sevres pada 1920. Namun jenderal militer Turki saat itu Mustafa Kemal Ataturk menentang perjanjian itu dan memutuskan berperang melawan Kurdi.

Pada 1923, muncul kesepakatan baru yang dikenal dengan Perjanjian Lausanne 1923. Di dalamnya mengatur batasan-batasan bagi Kurdi di bawah Turki modern pasca-runtuhnya Dinasti Utsmaniyah.

Meski gagal mendirikan negara, suku Kurdi terus mencari dukungan internasional untuk membuat negara. Usaha mereka tetap saja gagal, apalagi tiga negara lain yakni Suriah, Iran, dan Irak juga menganggap mereka sebagai ancaman.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
1 hari lalu

Dievakuasi dari Pesawat Air Force One, Trump: Saya Nurut Dinas Rahasia

2 hari lalu

Trump Akhirnya Ngaku Dievakuasi dari Pesawat Air Force One gegara Ancaman Serangan Iran

2 hari lalu

Suriah Kutuk Kolombia yang Akui Dataran Tinggi Golan Milik Israel

2 hari lalu

Kolombia Akui Dataran Tinggi Golan Suriah Milik Israel

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal