Ini Pengakuan Pejabat AS yang Masukkan Jurnalis ke Grup Obrolan Menteri Bahas Perang

Anton Suhartono
Michael Waltz angkat bicara atas skandal bocornya rencana serangan ke Yaman melalui grup obrolan Signal (Foto: AP)

Grup obrolan itu diberi nama "PC Houthi". Di dalamnya terjadi diskusi politik, di antaranya melibatkan Menteri Pertahanan Pete Hegseth, Wakil Presiden JD Vance, serta Penasihat Keamanan Nasional Michael Waltz.

Dari percakapan itu, dia mengetahui segala pembicaraan dalam grup, termasuk serangan ke Yaman pada 15 Maret, 2 jam sebelum rencana dieksekusi. 

Goldberg tak secara rinci menjelaskan isi percakapan dalam grup karena akan memiliki konsekuensi hukum, apalagi terkait rahasia militer. Namun dia menegaskan bahwa informasi rahasia masuk dalam percakapan obrolan grup.

“Informasi yang terkandung di dalamnya, jika dibaca oleh musuh Amerika Serikat, mungkin saja bisa digunakan untuk melukai personel militer dan intelijen Amerika,” kata Goldberg, dalam artikel.

Dia menambahkan, Vance, Hegseth, serta Penasihat Keamanan Dalam Negeri Stephen Miller, katmemperdebatkan waktu serangan dan apakah ada keuntungan ekonomi yang bisa diambil AS dari Eropa sebagai imbalan atas serangan tersebut.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

AS kembali Serang Iran, Teheran Hujani Qatar hingga UEA dengan Rudal dan Drone

57 tahun lalu

Iran: Israel Tak Akan Luput dari Pembalasan

57 tahun lalu

Ungkap Rencana Pembunuhan, Trump: 1.000 Rudal Disiapkan Serang Iran

57 tahun lalu

Kesaksian Pilot Jet Tempur F-15 AS: Drone-Drone Iran seperti Ranjau Darat

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal