Ini Pengakuan Pejabat AS yang Masukkan Jurnalis ke Grup Obrolan Menteri Bahas Perang

Anton Suhartono
Michael Waltz angkat bicara atas skandal bocornya rencana serangan ke Yaman melalui grup obrolan Signal (Foto: AP)

WASHINGTON, iNews.id - Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih Michael Waltz bertanggung jawab atas skandal bocornya rencana serangan ke Yaman. Dia secara tidak sengaja Pemimpin Redaksi Majalah The Atlantic Jeffery Goldberg ke grup obrolan Signal berisi para menteri dan pejabat Amerika Serikat (AS).

"Yah, lihat, seorang staf tidak bertanggung jawab. Lihatlan, saya bertanggung jawab penuh. Saya yang membuat grup itu, tugas saya memastikan semua saling terkoordinasi," kata Waltz, kepada Fox News, dikutip Rabu (26/3/2025).

Waltz juga membantah sengaja memasukkan Goldberg ke dalam grup yang di dalamnya ikut bergabung Wakil Presiden JD Vance, Menteri Pertahanan Pete Hegseth, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, dan lainnya.

"Saya baru saja berbicara dengan Elon (Musk) dalam perjalanan ke sini. Kita punya ahli teknis terbaik untuk menyelidiki bagaimana ini terjadi. Namun, saya bisa sampaikan 100 persen, tidak mengenal orang ini (Goldberg)," ujarnya.

Dalam artikelnya pada Senin, Goldberg menyebut seorang pejabat tinggi AS secara tidak sengaja memasukkannya ke dalam grup obrolan Signal membahas serangan terhadap kelompok Houthi Yaman.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
2 jam lalu

Menkeu AS: Perang Ekonomi Iran, Serangan Finansial Terbesar AS terhadap Musuh

2 jam lalu

Wow, Trump Sulap Jalanan di Sekitar Gedung Putih Jadi Sirkuit Balap 250 Grand Prix

5 jam lalu

Menkeu AS: Perang Lawan Iran Memasuki Fase Terakhir

6 jam lalu

Iran Siapkan Senjata Canggih Hadapi Perang Panjang Lawan AS-Israel

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal