Intelijen: Ancaman Terbesar Jelang Pilpres AS Adalah Rusia Bukan China

Arif Budiwinarto
Dalam debat terakhir Capres Amerika Serikat 2020 pada 22 Oktober lalu, Donald Trump menyebut tidak ada seorang pun yang lebih keras terhadap Rusia selain dirinya. (foto: AFP)

Namun demikian, para ahli memperkirakan operasi pengaruh China akan menjadi lebih masif dalam beberapa dekade mendatang. Mereka akan memperingatkan China akan memiliki lebih banyak bagian dari jaringan telekomunikasi global dan mengekspor sistem sensor dalam melancarkan propagandanya ke pemerintah lain.

Mantan agen khusus FBI dan ahli perang siber, Clint Watts, mengatakan di depan Kongres AS operasi intervensi China akan lebih produktif dari waktu ke waktu dan berhasil seiring waktu karena mereka dapat mengontrol seluruh lingkungan informasi.

Agustus lalu, juru bicara Kementerian Luar Negeri China mengatakan mereka tidak pernah ikut campur dalam pemilihan AS dan tidak tertarik melakukan itu di masa depan.

Editor : Arif Budiwinarto
Artikel Terkait
Internasional
11 jam lalu

Trump dan Negara Eropa Kutuk Rencana Israel Caplok Tepi Barat

Internasional
15 jam lalu

Perjanjian Nuklir AS-Rusia Berakhir, Sekjen PBB: Ini Momen Genting Dunia

Internasional
1 hari lalu

Jimmy Lai, Taipan Media dan Aktivis Prodemokrasi Divonis 20 Tahun Penjara di Hong Kong

Nasional
1 hari lalu

Prabowo Diundang Rapat Perdana Dewan Perdamaian Gaza di AS, bakal Hadir?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal