Iran Bisa Kembangkan Senjata Nuklir dalam Hitungan Minggu, AS Ketar-ketir

Anton Suhartono
Jen Psaki sebut Iran bisa mengembangkan senjata nuklir dalam hitungan minggu (Foto: Reuters)

AS menarik diri dari JCPOA pada 2018 atau di masa pemerintahan Donald Trump. Setelah itu AS menjatuhkan sanksi besar-besaran terhadap Iran, termasuk mencegah negara lain untuk membeli minyak Iran.

Iran pun geram kemudian keluar dari poin-poin kesepakatan termasuk tak lagi taat pada ambang batas soal pengayaan uranium.

Sementara itu pemerintahan Joe Biden yang terlibat lebih dari setahun dalam pembicaraan tidak langsung di Wina, Austria, guna menghidupkan kembali JCPOA berjanji akan melonggarkan sanksi sebagai imbalan atas pembatasan nuklirnya.

Ada kemajuan berarti dalam pembicaraan tersebut. Pejabat AS dan Iran telah menyepakati sebagian besar poin. Di antara beberapa permintaan Iran terhadap AS adalah Biden menghapus Garda Revousi Islam Iran dari daftar organisasi teroris sebagaimana dibuat oleh pemerintahan Trump.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
6 jam lalu

Iran Ngadu ke Rusia: AS Ingkar Janji dan Jahat!

8 jam lalu

Trump Murka Google Didenda Rp18 Triliun oleh Uni Eropa: Perampok!

10 jam lalu

Trump Peringatkan China-Rusia Tak Kirim Senjata ke Iran: Mereka Akan Bernasib Buruk!

11 jam lalu

Perang Makin Sengit! Iran Tak Segan-Segan Ledakkan Wilayahnya, Tak Rela Dikuasai AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal