Iran Ingatkan AS Patuhi Perjanjian Damai: Jika Ingin Perang, Kami Siap

Anton Suhartono
Iran menegaskan siap menghadapi perang jika AS memilih mengingkari MoU perjanjian damai (Foto: AI)

"Dalam pelanggaran gencatan senjata terbaru, pangkalan AS di Bahrain dan Kuwait menjadi sasaran," katanya.

Menurut dia, serangan tersebut menunjukkan keseriusan Iran dalam menjalankan MoU yang telah ditandatangani oleh presiden kedua negara.

Lebih lanjut Ghalibaf menegaskan, Selat Hormuz hanya akan dibuka bebas selama 60 hari sebagaimana diatur dalam MoU perdamaian dengan AS. Setelah masa tersebut berakhir, status jalur pelayaran strategis itu akan bergantung pada hasil perundingan lanjutan antara kedua negara.

Iran tidak akan pernah melepaskan haknya atas Selat Hormuz. Menurut dia, jika AS menghalangi ekspor minyak Iran, Teheran siap mengambil langkah balasan dengan menutup jalur pelayaran tersebut.

"Tidak ada yang akan mendapat manfaat dari minyak," katanya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
4 jam lalu

Gencatan Senjata 60 Hari dengan AS Berakhir, Ini Komentar Iran

6 jam lalu

Presiden Iran Pezeshkian Bilang ke Prabowo, Siap Kirim Bantuan untuk Korban Gempa NTT

11 jam lalu

Tak Jelas Kapan Berakhir, Perang Timur Tengah Mulai Bikin Negara Teluk Gerah

11 jam lalu

Iran Tegaskan Pasukan AS Tak Boleh Lintasi Selat Hormuz

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal