Namun Aref tidak menjelaskan pembalasan seperti apa yang akan dilakukan Iran sehingga AS kekurangan pasokan bahan bakar dan memukul perekonomiannya.
Pernyataannya muncul di tengah pecahnya kembali perang Iran dan AS, meningkatnya kekhawatiran pasokan energi dan pengiriman melalui Selat Hormuz, jalur utama untuk pengiriman energi global.
Eskalasi terbaru dimulai setelah serangan AS ke Pulau Larak, Iran, pada 30 Agustus, mengakhiri jeda permusuhan sejak sebulan.
Sejak itu, Iran meluncurkan rudal dan drone terhadap fasilitas militer AS di Yordania, Bahrain, Uni Ermirat Arab, Kuwait, hingga Irak.
Iran juga membatasi lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz.