Iran Lampaui Batas Pengayaan Uranium, Ini Respons AS

Nathania Riris Michico
Presiden AS Donald Trump saat menandatangani proposal yang menyatakan menarik diri dari perjanjian nuklir Iran JCPOA di Ruang Diplomatik di Gedung Putih di Washington. (Foto: Reuters)

WASHINGTON, iNews.id - Iran menyatakan sudah meningkatkan produksi uraniumnya hingga melampaui batas yang ditetapkan dalam kesepakatan nuklir 2015. Menanggapi hal itu, Amerika Serikat (AS) menegaskan tidak akan pernah mengizinkan Iran mengembangkan senjata nuklir.

"Tekanan maksimum pada rezim Iran akan berlanjut sampai para pemimpinnya mengubah tindakan mereka," demikian pernyataan Sekretaris Pers Gedung Putih, Stephanie Grisham, seperti dilaporkan AFP, Selasa (2/7/2019).

"Amerika Serikat dan sekutunya tidak akan pernah mengizinkan Iran untuk mengembangkan senjata nuklir," katanya.

Menurut Grisham, adalah sebuah kesalahan untuk memungkinkan Iran memperkaya uraniumnya di tingkat apa pun dalam perjanjian nuklir itu.

"Kita harus mengembalikan standar nonproliferasi tanpa pengayaan untuk Iran," tegas pernyataan itu.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
15 jam lalu

Nah, AS Bersedia Batalkan Operasi Ekonomi terhadap Iran asal Selat Hormuz Dibuka Total

20 jam lalu

Ini 5 Jenderal Komandan Senior Garda Revolusi Iran yang Diincar AS

21 jam lalu

Fakta Baru! Trump Abaikan Peringatan Intelijen dan Militer soal Dampak Perang Iran

21 jam lalu

AS Tabuh Genderang Perang Ekonomi, Iran: Tak Setetes pun Minyak Bisa Keluar Teluk Persia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal