Iran Larang WhatsApp atas Tuduhan Pro-Israel, Ini Tanggapan Meta

Anton Suhartono
Pemerintah Iran meminta warganya menghapus WhatsApp (Foto: AP)

“Kami tidak melacak lokasi pengguna, tidak menyimpan catatan siapa mengirim pesan kepada siapa, dan tidak memantau isi pesan pribadi,” bunyi pernyataan Meta.

“Kami tidak memberikan informasi secara massal kepada pemerintah mana pun.”

WhatsApp menekankan bahwa sistemnya menggunakan enkripsi end-to-end, yang membuat hanya pengirim dan penerima pesan yang dapat membaca isi komunikasi mereka. Bahkan pihak WhatsApp sendiri tidak dapat mengaksesnya, sehingga tuduhan bahwa data dikirimkan ke pihak asing dianggap tidak berdasar.

Larangan ini muncul di tengah ketegangan geopolitik yang meningkat antara Iran dan Israel. Dalam situasi seperti ini, pemerintah Iran tampak semakin memperketat kendali atas arus informasi digital, menimbulkan kekhawatiran baru terkait kebebasan berekspresi dan hak atas privasi di negeri para mullah tersebut.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internet
17 hari lalu

Heboh Meta Dipanggil Komdigi, Penyebabnya Keterlaluan!

Nasional
17 hari lalu

Komdigi Panggil Meta, Minta Penjelasan Dugaan Kebocoran Data Pengguna Instagram

Internasional
1 bulan lalu

Netanyahu dan Trump Dilaporkan Bahas Kemungkinan Serangan Jilid 2 ke Iran

Internasional
1 bulan lalu

Dipengaruhi Netanyahu, Trump Kini Incar Program Rudal Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal