Iran Tak Takut Ancaman AS Lanjutkan Program Nuklir: Ini Kebanggaan Bangsa!

Anton Suhartono
Abbas Araghchi menegaskan Iran tidak akan menghentikan program nuklirnya meski mendapat ancaman Amerika Serikat (Foto: AP)

TEHERAN, iNews.id – Iran menegaskan tidak akan menghentikan program nuklirnya meski mendapat tekanan dan ancaman serangan militer dari Amerika Serikat (AS). Pemerintah Iran menyebut program tersebut sebagai kebanggaan nasional dan simbol ketahanan bangsa di tengah ancaman asing.

Sebelumnya Presiden AS Donald Trump mengancam akan menyerang Iran kembali jika melanjutkan program nuklirnya.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi mengatakan negaranya siap kembali berunding soal nuklir dengan Amerika Serikat, namun dengan syarat yang tegas, Washington harus memberikan jaminan penuh tidak akan melakukan serangan militer selama proses perundingan berlangsung.

"Saya kira perundingan tidak akan dimulai kembali secepat itu. Agar bisa memutuskan untuk terlibat kembali, pertama-tama kami harus memastikan Amerika tidak kembali menargetkan kami dalam serangan militer," ujar Araghchi dalam wawancara dengan stasiun televisi AS, CBS News, seperti dikutip Rabu (2/7/2025).

Pernyataan ini muncul setelah militer AS menyerang tiga fasilitas nuklir Iran pada 22 Juni 2025, ketika putaran keenam perundingan nuklir yang dijadwalkan pada 15 Juni gagal terlaksana akibat serangan Israel.

Meski membuka peluang diplomasi, Iran menolak menghentikan pengayaan uranium. Araghchi menegaskan bahwa program nuklir Iran adalah hasil kerja keras para ilmuwan dalam negeri dan mencerminkan kemuliaan bangsa.

"Ini bukan sekadar program teknologi. Ini adalah simbol harga diri dan perjuangan kami. Kami tidak akan menyerah, bahkan di bawah tekanan atau serangan," ujarnya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
10 jam lalu

Trump Desak Iran Segera Sepakati Nuklir: Mereka Tak Bisa Atur Diri Sendiri!

Internasional
18 jam lalu

Tak Terima Dikritik soal Iran, Trump Serang Balik Jerman: Tak Heran Ekonominya Sulit

Internasional
19 jam lalu

Ketika Raja Charles Sindir Trump: Tanpa Inggris, Orang Amerika akan Berbahasa Prancis

Internasional
21 jam lalu

Trump Tak Tertarik Lanjutkan Perang Lawan Iran, Pilih Blokade Pelabuhan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal