Israel Gugat 7 Negara Arab dan Iran yang Usir Orang-Orang Yahudi

Nathania Riris Michico
PM Israel Benjamin Netanyahu. (Foto: AFP)

Proposal itu merupakan sebuah upaya yang dilakukan sejumlah analis di AS, dalam langkah yang sangat kontroversial tahun lalu, di mana AS mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

AS juga memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem, di mana Palestina juga mendambakan Yerusalem Timur sebagai ibu kota masa depan mereka.

Pada 2010, Israel mengeluarkan undang-undang yang menyatakan bahwa perjanjian damai apa pun harus memberikan kompensasi bagi orang Yahudi yang dipaksa meninggalkan negara-negara Arab dan Iran.

Sementara itu, Otoritas Palestina juga menuntut kompensasi 100 miliar dolar AS kepada Israel untuk aset-aset yang ditinggalkan oleh orang-orang Arab yang dipaksa meninggalkan tanah mereka yang dikuasai Israel saat ini.

Palestina juga mencari "hak untuk kembali" bagi para pengungsi yang masih hidup dan keturunan mereka. Namun, upaya Palestina itu berulang kali dicegah oleh Israel.
Pemerintahan Trump juga cenderung memihak Israel terkait masalah itu, termasuk dengan menghentikan pendanaan bagi Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) pada tahun lalu.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Internasional
11 jam lalu

Drone Hizbullah Bikin Pasukan Israel Kalang Kabut, Netanyahu Ikutan Pusing

Buletin
11 jam lalu

Rusia Tegaskan Dukungan Program Nuklir Iran di Tengah Ketegangan Timur Tengah

Internasional
12 jam lalu

Abaikan Gencatan Senjata, Israel Bersiap Lanjutkan Operasi Serangan Darat di Lebanon

Internasional
14 jam lalu

Gelombang Trauma Tentara Israel Meledak, Fasilitas Kesehatan Jiwa Kewalahan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal