Israel Hentikan Operasi Militer 10 Jam di Gaza, Buka Jalur Bantuan 

Aditya Pratama
Warga Palestina bersiap menerima paket bantuan pangan dan kemanusiaan dari Yayasan Kemanusiaan Gaza di Rafah, Jalur Gaza selatan. (Foto: AP)

Pekan lalu, kelompok-kelompok bantuan mengatakan bahwa terdapat kelaparan massal di antara 2,2 juta penduduk Gaza dan kekhawatiran internasional atas situasi kemanusiaan di Gaza telah meningkat. Hal ini mendorong keputusan Presiden Prancis Emmanuel Macron untuk mengakui negara Palestina pada bulan September.

PBB mengatakan pada pekan lalu bahwa jeda kemanusiaan dalam aktivitas militer akan memungkinkan peningkatan bantuan kemanusiaan. Selain itu, PBB menyebut Israel belum menyediakan rute alternatif yang cukup untuk konvoi bantuan, sehingga menghambat akses pemberian bantuan.

Israel, yang menghentikan aliran bantuan ke Gaza sejak awal Maret dan membukanya kembali dengan pembatasan baru pada bulan Mei, mengatakan bahwa mereka berkomitmen untuk mengizinkan masuknya bantuan, tetapi harus mengendalikannya agar tidak dialihkan oleh militan.

Israel mengklaim telah membiarkan cukup makanan masuk ke Gaza selama perang dan menyalahkan Hamas atas penderitaan rakyat Gaza.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
1 tahun lalu

Elite Militer Israel Pecah, Kritik Kebrutalan Perang Netanyahu di Gaza

1 tahun lalu

Tegas! Mantan Kepala Staf IDF Sebut Israel Lakukan Kejahatan Perang di Gaza

10 jam lalu

Israel Tutup Paksa Konsulat Inggris di Yerusalem Timur, Usir Diplomat

13 jam lalu

Israel Heboh! Netanyahu Ternyata Sudah Tahu Serangan Hamas, Politisi Desak Penyelidikan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal